waktu

Assalamu'alaikum. Ya Ihkwa fillah selamat datang di blog KAMMIsupel( Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia komisariat IAIN sunan Ampel Surabaya). Di sinilah ajang berkumpul para Aktifis dakwah dalam menyalurkan pemikirannya demi Ummat manusia !!! KOMISARIAT SUNAN AMPEL MENGUCAPKAN AHLAN WASAHLAN BIHUDURIKUM bagi yg mau posting opini silakan mengirimnya di e-mail: kammi_supel@yahoo.com atau hub. kadep. Public Relation

Minggu, 24 April 2011

SALAH KAPRAH TENTANG ‘CARA BERDAKWAH'

Betapa prihatinnya melihat sebagian saudara seagama kita yang berdakwah secara salah kaprah. Berdakwah itu kan mengajak orang lain untuk menuju kepada kebaikan. Lha kok, ada orang mengajak kebaikan sambil melakukan ketidakbaikan. Mulai dari sumpah serapah, caci maki, kata-kata kotor, muka merah padam penuh kebengisan, sampai ungkapan penuh dendam dan kebencian. Bahkan tak jarang sambil melakukan kekerasan yang tergolong sebagai tindak kejahatan..?! Realitasnya memang bisa terjadi dalam berbagai skala. Mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat. Yang ringan itu, misalnya: berdakwah sambil memendam perasaan ’tidak suka’ kepada orang yang sedang didakwahi. Ketidaksukaan semacam itu pasti akan terasa oleh orang yang sedang dihadapinya, meskipun sudah ’dibungkus’ rapat dan rapi.


Yang lebih berat tingkatannya adalah, berdakwah sambil ’melotot’ dan ’tersenyum sinis’. Dakwah yang begini ini juga pasti kurang efektif. Masa, berdakwah sambil pelotat-pelotot, dan ’menyeringai sinis’ sebagai simbol merendahkan orang lain begitu. Apa ya betah, orang yang berada di depannya?

Yang lebih berat lagi, selain melotot dan menyeringai sinis, masih ditambahi dengan ’ngomel-ngomel’ dan berkata-kata kasar, mencaci maki, serta sikap tidak santun. Wah, yang begini ini bakal menjadikan jamaahnya seperti duduk di atas bara api. Pingin segera meninggalkan ruangan aja.

Yang semakin berat, adalah ditambahi menuding-nuding dan menunjuk-nunjuk hidung lawan bicara. Seakan-akan orang-orang selain dia salah semua. Dijamin, sebelum selesai acara, jamaah sudah pada pulang semua. Pikir mereka, lebih enakan nonton ceramah di TV, atau di VCD, atau mendengar lagu-lagu qasidah saja, bisa sambil goyang-goyang kaki menikmatinya.

Yang lebih berat dari semua itu, adalah dakwah yang ditambahi ancaman-ancaman fisik. Dan hukuman-hukuman bagi siapa yang melanggar doktrin. Yang begini ini mulai masuk dalam lingkaran radikalisme. ’Mana tahan’ mendengarkan dakwah seperti ini, kecuali orang-orang yang telah mengalami indoktrinasi secara khusus oleh pimpinannya.

Dan yang yang paling berat klasifikasinya, adalah orang yang berdakwah sambil merusak properti atau apa saja milik orang lain. Kadang-kadang saya bertanya-tanya dalam hati: mereka ini sedang berdakwah ataukah sedang melakukan teror..?! Berdakwah kok sambil menghancurkan sendi-sendi dakwahnya sendiri. Mana mungkin berhasil? Dia sedang membangun Islam ataukah merusak Islam ya..?!

kembali mencoba flash back ke zaman Rasulullah dan para sahabat. Pernahkah Rasulullah SAW mengajarkan cara dakwah seperti itu kepada umatnya? Tidak pernah sekalipun. Tidak ada ceritanya, beliau melakukan dakwah dengan cara menyakiti orang-orang yang sedang didakwahi. Bukannya diikuti, bisa-bisa malah ditinggal pergi.

QS. Ali Imran (3): 159
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Kalau kita perhatikan firman Allah di atas, dakwah Islamiyah itu harus dilandasi sejumlah karakter dasar, yaitu: lemah lembut, tidak bersikap keras dan kasar, penuh maaf, bermusyawarah alias mendengarkan pendapat orang lain, dan kemudian bertawakal kepada Allah akan hasilnya. Tugas kita hanya menyampaikan, kok. Jangankan kita, Rasulullah pun tugasnya cuma menyampaikan. Ma ’ala rasuli ilal balagh ~ Tidak ada tugas rasul itu kecuali sekedar menyampaikan. Soal apakah seseorang akan dapat petunjuk ataukah malah ingkar, itu urusan sepenuhnya orang tersebut dengan Allah.

Nah, yang terjadi sekarang justru sebaliknya. Banyak pendakwah yang berdakwah dengan arogan, diiringi kata-kata kasar, sambil mengumbar kebencian, memaksakan kehendak dan mau menang sendiri. Jika, semua itu tidak terjadi seperti yang dimaui, mereka bakal melakukan pemaksaan dengan cara mengancam dan merusak. Masa pantas, seseorang yang mengaku dirinya muslim melakukan perbuatan seperti itu. Berkata kasar saja Allah melarang apalagi berbuat kerusakan.

Oh, cara-cara siapakah yang dipakai ini? Sementara Allah dan Rasul-Nya tidak pernah mengajari begini. Saya membayangkan betapa sedihnya Nabi, jika beliau menyaksikan semua ini.

Atau, boleh jadi, ini adalah sebuah ’skenario besar’ dari kalangan munafik untuk merusak image Islam sebagai agama damai dan santun. Jika benar, maka sungguh kita harus mewaspadainya. Karena biasanya, mereka masuk dengan cara berpura-pura, dan memakai identitas palsu untuk menarik simpati. Lantas, ujung-ujungnya menebar perpecahan pada umat...

Pelajaran yang kedua, menurut al Qur’an, dakwah harus dirupakan dalam bentuk amar ma’ruf nahi munkar ~ mengajak kebaikan, mencegah kejahatan. Bukan terbalik: nahi munkar amar ma’ruf. Artinya, yang harus didahulukan itu adalah mengajak pada kebaikan, barulah kemudian ’mencegah terjadinya kejahatan’.

Dengan kata lain, pencegahan kejahatan tidak akan efektif selama umat ini belum diberi tahu harus melakukan bentuk-bentuk kebaikan. Tahunya mereka cuma dilarang saja, tetapi tidak ditunjukkan jalannya harus kemana. Maka, tunjukkanlah terlebih dahulu, umat ini mau dibawa kemana. Setelah itu, cegahlah hal-hal negatif yang akan menggangu tercapainya tujuan baik tersebut. Begitulah semestinya cara berdakwah sesuai al Qur’an.

Yang ketiga, cara berdakwah yang baik adalah mengikuti koridor ayat berikut ini.

QS. An Nahl (16): 125
Ajaklah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Bahwa ajakan atau dakwah itu harus berlandaskan:

Hikmah, yakni kedalaman substansi yang disampaikan dengan cara yang bijak ~ penuh hikmah. Karena, pada dasarnya, manusia suka diajak untuk memahami sesuatu yang mendalam, dan mengantarkannya kepada kedamaian spiritualnya.

Mauidhatul hasanah, alias pelajaran yang disampaikan dengan sistematika dan metode yang baik. Jika cara penyajiannya amburadul, tentu tidak akan efektif.

Diskusi dan adu argumentasi, saling menghargai pendapat secara kritis & obyektif. Bukan subyektif menyerang orangnya, melainkan mendiskusikan materinya.

Tidak melakukan klaim kebenaran, karena kebenaran hanyalah milik Allah.
Oh, betapa nikmatnya melakukan dakwah dengan cara demikian..! Yang menyampaikan dan mendengarkan sama-sama memperoleh manfaat. Tidak ada guru, tidak ada murid. Karena, semuanya adalah sesama pencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sesungguhnyalah, Rasulullah pun tidak pernah mengangkat dirinya sebagai guru atas sahabat-sahabatnya...!


dikutip dari: islamituindah.com

Jumat, 22 April 2011

MAHASISWA YANG USIL

Seorang mahasiswa bertannya, “mengapa masyarakat modern lebuh nenghargai jasa ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dari pada agam? Mengapa mereka mau membayar mahal untuk membeli produk iptek moderent, sementara pangilan agama kurang diperhatikan? Mengapa program studi agama kurang laku padahal ongkosnya jauh lebuh murah ketimbang jurusan umum? “
Mahasiswa tadi meneruskan gejolak pikirannya. Coba kita amati kehidupan sekeliling, sejak kondisi dalam rumah, di jalan, di kampus dan pusat-pusat keramaian serta gemerlapnya kota yang terlihat adalah produk iptek yang membuat kehidupan berlangsung lebih nyaman, begitu juga dengan televisi, jam tangan, kendaraan, dan alat-alat tulis, teknologo perbankan, handphon, computer, dan sekian bannyak peralatan teknis yang tidak mungkin dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, bagaiman kit meski menimbang dan memposisikan agama yang akhir-akhir ini mengesankan sebagai sumber kegelisahan sosial? Bahkan ketika iptek modern jatuh di tangan teroris dengan sandaran dan ideology agama, daya rusak dan korbannya jauh lebih meresahkan dan mengerikan.
Iptek melewati batasan yang jauh melewati etnis, Negara , budaya, agama. Akan tetapi kehadiran agama yang baru selalu memperoleh perlawanan, jangankan antar pemeluk agama yang berbeda, dilingkungan islam atau pun Kristen saja penuh dengan catatan darah akibat saling bunuh .mengapa perbedaan agama bisa saling membunuh? apa yang membedakan antara suni dan syiah, penyerbuan pusat ibadah akmadiyah yang menelan jiwa.
Agam telah membangun peradaban dunia , hal ini tidak bisa dipungkiri. Ia hidup dan memberikan ke tentraman jiwa, akan tetapi suatu kennyataan sosil bahwa agama juga telah melahirkan sekian banyak pertumpahan darah dan sikap saling menghujat. Bukankah rosulullah pernah bersabda "seorang muslim adalah dia yang tangannya dan lisannya senantisa yang mendatangkan kedamaian dan keselamatan, bukannya malah mencelakakan orang, dan ada lagi sabdanya sebaik-baiknya manusia adalah yang paling baik budi pekertiny a dan paling bannyak memberikan manfaat dan pertolongan pada orang lain."
Pendek kata ke beragaman meberikan makna keberagaman itu mestinya senantiasa menyebarkan kedamaian dan kasih sayang bagi lingkungannya





DEP. PR KAMMI komsat IAIN Surabaya

SERAGAM ITU KURANG MENARIK


Sulit menerima kenyataan andaikan seluruh manusia telanjang bagaikan kerbau dan kambing. Akan tetapi, mari kita bayangkan andaikan semua penduduk bumi ini berpakain, berbahasa, dan berperilaku seragam. Sungguh kurang menarik kalau dunia flora dan fauna semuanya seragam, rasanya sungguh membosankan dan kurang menarik.

Jadi, pluralitas dan budaya itu proses dan produksi evolusi alam ataukah hannya kehendak sang pencipta?

Terserang orang mau memandangnya. Boleh saja masing2 misionais agama berambisi untuk menyeragamkan keyakinan agar terjadi monolitisme agama dimuka bumi ini. Tetapi sejarah telah membuktikan bahwa keinginan ini hanya sebuah utopia . bahkan sejak zaman para nabi saja, ada saja yang berbeda yang membangkang.

Dalam dunia organisasi MAHASISWA pun muncul keragaman, pluralitas dan warna-warni ideology dalam pergerakan, baik dalam tujuan manhaj pergerakannya atau visi dan misi landasan pergerakannya. Belum lagi pemehaman, pemgalaman dan praktik pada setiap kadernya yang membuat keragaaman semakin kompleks. Ketika organisasi sama-sama memperjuangkan atas nama aspirasi umat (rakyat)misalnya turun kejalanmengkritik kebijakan pemerintahan yang kurang berpihak pada rakyat, suasana arah pergerakannya berbeda-beda, ketika mengadakan agendasetiap organisasi akan memilih pintu berbeda-beda dari mulai bakti sosial, aksi simpati, mengadakan debat terbuka, seminar keilmuan dan seterusnya.

Anehnya warna-warni ini kadang oleh segagian oknum saudara kita, ada yang masih belum mengerti arti sebuah perbedaan yang menjadikan indah dan “rahmat “. Sayangnya ini dilakukan dikampus tercinta kita IAIN dan sama sama organisasi yang memperjuangkan nilai-nilai keislaman. Ini terbukti adanya intimidasi dan pengrusakan atribut organisasi sewaktu mengadakan acara seminar nasional yang mengangkat tema “kesiapa IAIN SUPEL menjadi UIN”, entah apa maksud dari pengrusakan itu terjadi didepan kader, berdasarkan keterangan dari saksi mata (Mr.'Y') pengrusakan itu berlangsung cepat, dan pelaku langsung kabur dengan mengendarai sepeda motor. tapi yang jelas nilai- nilai toleransi dan intelektualitas dari mahasiswa perlu dipertannyakan dengan sikap bar-bar , yang seakanakan menindas kaum minoritas. Sungguh disayangkan dan tidak patut dicontoh.

KKAMMI komsat IAIN Sunan Ampel Surabaya sebagai organisasi ekstra kampus menyesalkan dan tidak membenarkan tindakan kekerasan atas nama perbedaan. Dan KAMMI akan selalu mendoprak pembodohan mahasiswa terhadap doktrin yang bertentanan dengan nilai fitroh (islam) yang menjunjung tinggi nilai toleransi.

Hidup mahasiswa!!!!


DEP. PR KAMMI komsat IAIN Sunan Ampel Surabaya

kammi.supel.sby@groups.facebook.com





Rabu, 20 April 2011

KAMMI GO IAIN (renungan )

Dua bulan terakhir KAMMI IAIN Surabaya, mengadakan beberapa acara yang berturut2, bahkan sempat 3 minggu berturut pada pada hari yang sama (sabtu). rentetan agenda-agenda itu masih berlanjut sampai bulan april ini. yang perlu dicatat bahwa kegiatan2 itu lebih banyak di luar agenda (proker) karena adanya penawaran dari pihak luar atw sebab yang lain.
baik acara yang dipersiapkan jauh sebelum hari H, ataupun dalam rentan waktu yang relatif singkat: 6 hari, bahkan ada yang 4 hari.

haruskah setiap penawaran dirspon dengan cara menerima?
apakah dengan bayak kegiatan tersebut dapat mendongkrak nama KAMMI di kampus?
atau apakah menciptakan kesolidtan dlm internal organisasi?
atau hanya menguras perhatian dan tenaga kader dalam jumlah yang besar?


Syams Udin (sekretaris departement KAMMI komsat IAIN Surabaya)

HIDUP BERAWAL DARI MIMPI


HIDUP BERAWAL DARI MIMPI

yo ku jelang matahari dengan segelas teh panas
di pagi ini ku bebas karena nggak ada kelas
di ruang mata ini kamar ini serasa luas
letih dan lelah juga, lambat-lambat terkuras

teh sudah habis, kerongkonganku pun puas
mulai ku tulis semua kehidupan di kertas
hari-hari yang keras, kisah cinta yang pedas
perasaan yang was was dan gerakku yang terbatas

tinta yang keluar dari dalam pena
berirama dengan apa yang kurasa
dalam hati ini ingin ku rubah semua
kehidupan monoton penuh luka putus asa

tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
gantungkan yang tinggi agar semua terjadi
rasakan semua peduli tuk ironi tragedi
senang bahagia hingga kelak kau mati

yo yo dunia memang tak selebar daun kelor
akal dan pikiran ku pun tak selamanya kotor
membuka mata hati demi sebuah cita-cita
melangkah pasti, pena dan tinta berbicara

tetapkan pilihan tuk satu kemungkinan
sebagai bintang hiburan dan terus melayang
tak heran ragaku terbalut lebel mewah
cerminan seorang raja dalam cerita Cinderella

ini bukan mimpi atau halusinasi
sebuah anugerah yang akan ku nikmati nanti
hasil kerja keras ku terbayarkan lunas tuntas
melakoni jati diri sampai puas

hingga kelak kau mati

akh jack one two yo
jalan sedikit tersungkur terjungkir terbalik
melangkah menuju titik, lakukan yang terbaik
ku ketatkan tekad dan niat agar melesat
seperti rudal squad, mimpiku kan kudapat

mencari tepuk tangan atas karya keringatku
bukan satu yang ingin aku tuju
naik ke atas pentas agar orang puas
dapat applause, cek atau pun uang kertas

yo cari sensasi ataupun kontroversi "uh-oh"
bukan caraku agar hidupku rekonstruksi
dari mimpi semua hal dapat terjadi
maka lemparkan sayap dan terbanglah yang tinggi

agar semua terjadi hingga kelak kau mati





Al Abu Ilmy
Jurusan Bahasa dan Sastra Arab di IAIN Sunan Ampe

Apakah Sudah Waktunya Kita Bermetamorfosa?




Perubahan status IAIN (Institut Agama Islam Negri) Menjadi UIN (Universitas Islam Negri), tentunya akan memiliki imbas yang sangat besar bagi orang orang yang berada di dalamnya. Terutama masyarakat dalam kampus (Mahasiswa, dosen, dan birokrasi). Hanya saja imbas ini memiliki sisi kemaslahatan yang banyak atau kemafsadattan yang justru lebih banyak. Bukan hanya itu saja, muncul beberapa wacana lain yaitu apakah sudah waktunya IAIN berubah menjadi UIN. Kesiapan apa saja yang sudah dipersiapkan oleh pihak IAIN Sendiri. Dalam konteks ini kita jangan terjebak dalam kanal “setuju” atau “tidak”. Tetapi yang perlu dilakuan adalah kajian yang mendalam tentang hal ini.

Menyikapi wacana yang berkembang samapai saat ini, KAMMI komisariat Sunan Ampel melalui Departemen Kebijakan Publik (KP) berusaha menyajikan wadah diskusi untuk melakukan pendalaman akan hal ini. Tidak tanggung-tanggung wacana ini akan diseminar nasionalkan. Pendalaman serta kajian yang dilakukan akan bersifat ilmiyah. Pembicara langsung dari tokoh yang memegang kebijakan di IAIN dan UIN. Tujuan KAMMI tidak lain untuk menjadi leader wacana yang ilmiyah dan membumi. Memberikan pencerahan berfikir sebelum bertindak. KAMMI memang belum mengadakan aksi penolakan atas hal ini. akan tetapi seminar ini adalah upaya dan bagian dari “aksi kecil” KAMMI.

‘Ala kulli hal, sejatinya acara ini merupakan agenda besar dan penting. Ikutilah Seminar Nasional “Melihat Kesiapan IAIN Menjadi UIN” dengan Narasumber Prof. Nur Syam (Rektor IAIN Sunan Ampel) dan Prof. Imam Suprayogo (Rektor UIN Malang). Rabu, 13 April 2011. Jam 09.00- selesai. Bertempat di Wisma Bahagia IAIN Sunan Ampel. Sebarkan kabar baik ini kesemua orang terdekat Antum, baik S1 sampai S3 di ajak kabeh. Demikian tulisan ini dibuat sembari menikmati kesejukan di subuh hari.


( penulis : Decka V. Ginanjar – Ketua Umum KAMMI Komsat IAIN Surabaya)





"ngegosipin KAMMI"


sembari menyandarkan lelah di bawah teriknya matahari, ku duduk lesehan di serambi mesjid....

hai mi..." sapa temenku datar"

woy boy....dari mana ni?

ni abis ada acara di wisma bahagia....

sertifikat kemarin, yang pembicaranya orang-orang gontor mana?

oh, ane gak tau ya, v setau ane sertivikatnya belum keluar tuh.

oh...., eh KAMMI banyak uangnya ya, tiap minggu ngadain acara terus....hebat.....hebat....

oh iya dong..." sautku penuh percaya diri".

emangnya biasanya dananya dari mana?

KAMMI itu banyak jaringannya, so, untuk ngadain acara-acar itu gampang banget...

oh iya, yang KU tau KAMMI itu tersebar di seluruh Indonesia ya....?

bener banget itu...." aku kembali menjawab pertanyaan penuh rasa bangga".

hai..." sapa temennya temenku, orang sulawesi".

woy....kami yang dari tadi berbincang-bingcang menjawab dengan kompak.

" kami melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda"

iya, aku juga tau KAMMI....dulu aku pernah ikutan trainingnya di sulawesi, tapi karna dulu aku belum tertarik ama yang namanya organisasi maka aku gak sempet memperdalamnya.

KAMMI itu udah tersebar luas diseluruh Indonesia bahkan nyampe keluar negri, seperti Malayasia dan Jepang....bahkan anak malayasia yang kuliah di IAIN mereka pada ngumpul di KAMMI...." ane kembali mengaugung-agungkan KAMMI, seakan KAMMI itu emang pantas dibanggakan.

oh, gitu ya....hebat dong...

iya lah....pastinya....itulah KAMMI...."aku dalam hati menepuk dada atas nama KAMMI"

pembicaraan kami berakhir seiiring jarum jam menunjukan pukul 13,50 WIB, dan kami yang tadi berbincang-bincang tentang KAMMI belum sholat duhur....lelah, letih siang itu terobati....sejuknya air wudlu mengantarkanku ke alam bawah sadar, aku bermuajahah dengan sang pencipta....


By; Al Abu Ilmy Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab di IAIN Sunan Ampel surabaya
kader KAMMI KOMSAT IAIN


Album KAMMI SUPEL