waktu

Assalamu'alaikum. Ya Ihkwa fillah selamat datang di blog KAMMIsupel( Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia komisariat IAIN sunan Ampel Surabaya). Di sinilah ajang berkumpul para Aktifis dakwah dalam menyalurkan pemikirannya demi Ummat manusia !!! KOMISARIAT SUNAN AMPEL MENGUCAPKAN AHLAN WASAHLAN BIHUDURIKUM bagi yg mau posting opini silakan mengirimnya di e-mail: kammi_supel@yahoo.com atau hub. kadep. Public Relation

Kamis, 14 April 2011

PINGIN DAPAT PULSA KAMMI.........


PULSA HABIS!! GAMPANG

PESAN LEWAT SMS, PRAKTIS, TAK PERLU RIBET.

(khusus kader ketik nama alamat jumlah pulsa kirim ke 085656490340)









Iklan ini Dipersembahkan oleh:
Dep. Dana Usaha KAMMI Komsat IAIN Surabaya
Berkerjasama dengan Dep. Public Relation KAMMI Komsat IAIN Surabaya










Buku karya KAMMI

DAPATKAN SEGERA !!!!!

Membaca buku diatas dapat menyebabkan anda terkena sengatan motivasi, menambah kapasitas ilmu penegtahuan, dan terbius untuk menjadi pemimpin tangguh. Dapatkan Segera dengan membelinya..!!!

hubungi o81332273596 (akhi Dekca)

Sabtu, 02 April 2011

Resensi NOVEL KEMI, untuk KAMMI !

Alhamdulillah atas perkenan dan ijin dari Allah saya diberikan kekuatan untuk menuliskan resensi sebuah novel yang baru saja tamatkan membacanya. Tulisan ini saya maksudkan mudah-mudahan ilmu yang saya serap dari novel itu bisa juga dinikmati saudara-saudaraku yang belum sempat membacanya.

Identitas Novel
Judul : KEMI Cinta Kebebasan yang Tersesat
Pengarang : Dr. Adian Husaini
Penerbit : Gema Insani Press (GIP)
Cetakan : Pertama Oktober 2010
ISBN : 978-979-077-220-5
Tebal Hal- : 316 Halaman

Sejujurnya saya bukan penggila novel, tapi setelah membaca sinopsis dan testimoni dari Pak Taufik Ismail, saya menjadi penasaran untuk membuka halama nawal dari novel ini. Saya sungguh tidak menyangka tema materi yang lukiskan dengan gaya bahasa yang baik, membuat saya berdecak kagum untuk terus mengkhatamkan bacaan saya. Saking ayiknya buku yang saya baca itu, saya tidak menyangka dalam rentang waktu 18 jam dengan jumlah waktu total untuk membaca hanya selama 6 jam novel sebanyal 316 halaman ini bisa saya rampungkan.
Jujur saya tidak menyangka seorang Doktor Seperti Pak Adian bisa menulis Novel sebagus ini. Bagus bukan hanya dari sisi gaya bahasanya yang rapi dan teratur, tapi yang lebih mengesankan adalah isi dan pesan novelnya, bagi saya sangat luarbiasa, karena sebelumnya belum pernah saya temukan novel serupa dengan novel KEMI ini.
Dalam novelnya dikisahkan tentang seorang Santri kepercayaan Kiayi Rois, KEMI namanya, ia seorang santri yang sangat cerdas, rajin beribadah, taat dan penurut kepada titah kiayinya. Karena kecerdasannya KEMI dijadikan tenaga pengajar santrinya.
Kedekatan KEMI dan latar belakang keluarganya kemudian KEMI memutuskan untuk meniggalkan pesantren karena diajak oleh kaka tingkatnya di pesantren yang sudah lebih dulu meninggalkan pesantren untuk kuliah di kota jakarta. Dengan iming-iming beasiswa tentu KEMI-pun sangat tertarik.

Kuliah di kota besar memang banyak resiko, terlebih ketika memperoleh beasiswa dari lembaga-lembaga yang kurang jelas siapa pemilik dan para donatur beasiswanya. Dan itulah yang dialami oleh KEMI. KEMI dimanfaatkan oleh Farsan yang telah mengajak dan memberikanya peluang KEMI bisa kuliah di Universitas Damai Sentosa. Dikampus Kemi tidak hanya kuliah seperti mahasiswa normal dikampus-kampus lainnya, namun ternyata KEMI banyak terlibat dalam Jaringan Islam Liberal yang menyamakan semua agama, dengan paham Liberalisme, Pluralisme, multikulturalisme, kesetaraan Gender, yang diperjuangkan di kampus kebebasan ini. Saat ini KEMI jauh dari ajaran agama yang diyakininya, bagi KEMI salat itu tidak perlu dilaksanakan secara formal atau biasa kita lakukan, melainkan yang terpenting adalah salat sosial, yang jelas-jelas salah.

Aktivitas KEMI dengan kawan-kawan sindikatnya banyak dihabiskan untuk mensukseskan proyek-proyek orang-orang liberal, KEMI dan Siti salahsatu korban dari paham ini, semakin hari semakin aktif menjadi trainer-trainer pelatihan untuk menyebarkan paham-paham yang diyakininya.

Rahmat, yang juga teman KEMI, seorang santri teladan sekaligus kepercayaan Kiayi Rois, kiayi yang simpatik, karismatik, dalam ilmu dan rendah hati. Rahmat dipercaya menjadi pengajar dipesantrennya. Rahmat sosok pemuda yang tampat, gagah, jago bela diri, dan tentu memiliki kecerdasan yang luar biasa.
Rahmat menemukan hal yang tidak beres dengan kepergian KEMI meninggalkan pesantren. Rahmat merasa masalah KEMI bukan masalah yang sederhana, melainkan masalah serius, yang mendorognya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Rasa kangen dengan sahabatnya dan pesan dari mimpi yang dialaminya, mendorong kuat Rahmat untuk menemui KEMI.
Pemandangan yang tidak disangka yang terjadi dalam perubahan diri sahabat karibnya. Rahmat melihat banyak keganjilan yang dialami oleh KEMI, Rahmatpun tahu apa yang sebenarnya telah merubah diri temannya itu. Dalam sebuah perbincangannya dengan KEMI Rahmat dipertemukan dengan suasana debat yang cukup memanas, debat dari pandangan yang bertolak belakang.

Rahmat kian teguh dengan pendirianya. Begitupun KEMI merasa yakin dengan paham barunya. Paham yang menurutnya semua agama itu sama, mau Islam, Kristen, Hindu, Budha, yahudi dll. KEMI meyakini Tuhan semua agama itu sama, hanya berbeda dari cara menusia meyakini dan menyembahnya saja. Perdebata serupun terpaksan harus berakhir karena waktu yang telah larut malam. Namun diakhir perdebatannya KEMI memberikan sebuah tantangan yang cukup berat kepada Rahmat. KEMI berkeyakinan bahwa seseorang itu tergantung dari lingkungannya. Namun rahmat tidak sepakat dengan teori KEMI, akhirnya KEMI menangtang Rahmat untuk meniggalkan pesantren dan mengikuti jejak langkahnya kuliah di Universitas Damai Sentosa.
Setelah berbicara dengan Pak Kiayi Rois, dan mendapatkan bekal-bekal yang cukup banyak akhirnya Rahmat menerima tantangan KEMI. Jalan cerita yang seru, menggugah, dan ayik dinikmati, dikisahkan bahwa dihari pertama kuliah Rahmat telah mampu membuat mati kutu Dosen dan sekaligus Rektor kampusnya Prof Abdul Malikan namanya.
Siti yang juga teman KEMI menjadi penambah seru suasan dalam novel itu. Siti anak kiayi masyur di Banten, terpaksa jadi korban paham-paham liberal. Merasa menemukan orang yang tepat yaitu Rahmat. Siti tahu banyak tentang Rahmat. Akhirnya Siti membuka semua rahasianya kepada Rahmat, dan tentu hal ini sangat menguntungkan rahmat. Ia mendapat banyak masukan informasi mengenai jaringan yang sedang didalaminya.
Usaha KEMI dikatakna tidak berhasil ketika Rahmat sediktipun tidak berubah dengan pemikirannya, terlebih ketika Rahmat telah mematikan pemikiran seorang Kiyai dari jawa Barat yang telah dibuatnya bertobat setelah mengisi seminar dan akhirnya Kiayi itu meninggal seketika setelah diberikan saran untuk segera bertobat oleh Rahmat.
Kejian langka ini membuat rahmat menjadi sering muncul dilayar kaca, rahmat jadi terkenal bahkan orang-orang kampunya pun sampai tahu.
Perjuangan yang tak sia-sia ketika Rahmat bisa membuka sindikat jaringan Islam liberal ini yang ternyata jelas-jelas mereka hanya mementingkan nafsu dunianya, bukan utnuk menciptakan kerukunan sebagaimana yang digemakan dalam aksi-aksinya. Semua berujung ketiak KEMI disiksa habis-habisan termasuk Siti yang telah lebih dulu di racun oleh Roman seorang dedengkot paham liberla yang telah memanfaatkan proyek berduit itu. Roman terpaksa harus berurusan dengan kepolisian, setelah menyiksa KEMI di Rumah putih.
KEMI dan SITI masuk rumah sakit karena ulah Roman yang merasa kecewa karena Roman menganggap Kemi telah membawa orang yang salah. Rahmat perjuangannnya ternyata banyak sekali yang membantu. Termasuk Kiayi Rois, santri-santri dipesantrennya, Ahmad Petuah seorang redaktur sebuah surat kabar, dan juga peran Polisi bernama Tawakal yang juga merupakan murid Kiayi Rois, semua menjadi lengkap ketika Siti bertobat dan kembali mau mengabdikan dirinya dipesantren, kisah akhir yag memilukan ketika KEMI terpaksa harus kehilangan semua memorinya dan membuat ia hidup tidak normal, sementara Siti harus berbahagia karena ia telah menajdi seorang ustadzah. Yang mengabdikan sisa hidupnya dipesantren.

Inti pesan dari novel ini adalah bagimana kita sebagai orang Islam yang harus senantiasa berhati-hati dengan semua godaan dan tawaran-tawaran finansial ataupun pemikiran baru dari orang-orang yang jelas-jelas ingin merusak akidah kita sebagai muslim, mereka berkata-kata dengan sangat halus dan indah, mereka sungguh menggoda, dunia bisa menyilaukan kita, hati-hati karena syetan ada dimana-mana. Paham liberal kian meluas, mereka mulai menjajahi pola pikir dan kurikulum pendidikan kita, mari kita bendung dengan ilmu dan iman agar kita dan Islam bisa selamat.

Inti testimony saya untuk Novel dan pengarangnya adalah:
“Jujur sebelumnya saya bukan penyuka novel, namun Pak Adian dengan kepiawaiannya melalui Novel KEMI telah membuat saja jatuh cinta dan terlarut untuk menikmati sajian ilmu, yang sangat luar biasa. Saya tidak sadar novel setebal 316 halaman bisa saya selesiakan hanya dalam waktu 6 jam. Lewat gaya bahasanya yang khas, penulis telah menyadarkan kita dari ketidaksadaran kita, bahwa saat ini kita sedang dalam penjajahan, khususnya dalam bidang pemikira. sekalipun ini novel, saya berkeyakian boleh jadi hal ini ada dalam kenyataannya. Maka bagi orang muslim yang baik, saya sangat menganjurkan untuk membaca karya yang jarang ada bahkan belum pernah ada sebelumnya. Untuk para pemuda mari kita berjuang semoga bisa seperti Rahmat yang berjuang untuk menegakan kebenaran yang hakiki”.



sanvirgo33@gmail.com



KEDEWASAAN [Terinspirasi dari isi tausyiah sahabat ]



Dalam kehidupan semua manusia selama ia normal, dan tepatnya dalam perkembangan dirinya, isitilah kedewasaan merupakan sebuah kata yang sering didengar, sering disebutkan, dan bahkan menjadi kata yang cukup akrab, terlebih dalam dunia pendidikan khususnya yang membicarakan tentang pendidikan orang dewasa (andragogik), maka kedewasaan menjadi salah satu kajian yang cukup menarik. Banyak buku-buku yang mencoba memberikan gambaran dan penjelasan tentang hakikat, arti dan makna dari kedewasaan (adult). Di internet pun, banyak sekali, ketika kita menuliskan kata kunci (key word) “kedewasaan” di mesin pencari (search enggine), maka ribuan artikel, yang tersimpan di blog, website akan bisa kita lihat, hal ini membuktikan bahwa kedewasaan merupakan topik yang cukup banyak diperbincangkan.
Begitupun saya, ketika lusa mendengarkan isi tausyiah singkat dari seorang sahabat, beliau menguraikan tentang kedewasaan, hal itu memberikan inspirasi kepada saya untuk menuliskannya, dengan harapan, selain untuk menajamkan wawasan saya tentang kedewasaan, tulisan singkat ini juga bisa memberikan manfaat bagi orang lain yang kebetulan tersangkut di blog saya dan menemukan tulisan ini.

Definisi kedewasaan
Secara etimologi / harfyah kita bisa menyebutkan bahwa kedewasaan, berasal dari kata dasar dewasa, yang berarti sesudah kanak-kanak sebelum tua. Artinya masa dewasa adalah masa antara masa kanak-kanak dengan masa tua. Dalam bukunya Psikologi Kependidikan, Prof. Din Wahyudin, menyebutkn bahwa usia orang dalam masa dewasa itu adalah antara 19- masuk masa tuanya.

Kalau kita mau mendalami, bisa kita simpulkan bahwa kedewasaan secara istilah ialah suasa saat atau keadaan yang terjadi kepada seorang individu setelah melewati masa kanak-kanaknya, kemudian ia masuk pada masa baru dalam hidupnya, yang mana pada masa itu, sifat-sifat kekanak-kanakan semakin berkurang dan menghilang, selanjutnya orang tersebut akan lebih matang dalam berpikir dan bertindak, dan ia sudah bisa mempertangungjawabkan semua tindakannya.

Bahkan mengenai hal ini kita bisa membedakan antara orang dewasa dengan kanak-kanak dari cara berpikir dan mengambil tindakannya.
Anak-anak, biasanya ia melakukan dulu atau bertindak dulu, kemudian merasakan apa yang dilakukannya, dan barulah ia memikirkan apa yang telah dilakukannya. Hal ini sangat berbeda dengan orang yang telah dewasa, ketika berhadapan dengan sesuatu hal, maka mereka akan berpikir dulu, kemudian mempertimbangkannya dengan perasaan (feeling) barulah ia melakukan atau bertindak.
Pengertian lain, kedewasaan diartikan sebagai masa kemandirian, hal ini dikarenakan bahwa orang yang telah dewasa biasa diidentikan dengan kemandirian. Baik itu mandiri secara pisik, psikologis dan juga mandiri secara ekonomi.

Dewasa secara fisik
Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa orang yang dewasa secara fisik, ditandai dengan berkembang dan mulai berfungsinya organ-organ tubuh biologis, misalnya kalau pada pria suara yang membesar, ditandai dengan organ gondok yang membesar, atau kemudain muncul janggut dan kumis, muncul rambut-rambut pada betis, dada, ketiak, dan tempat-tempat lainnya, sedangkan pada wanita, misalnya mulai membersarnya organ payudara, dan mungkin juga tumbuhnya rambut-rambut, sekalipun tidak selebat pria. Dewasa fisik juga ditandai dengan pertumbuhan fisik yang melambat, artinya setelah pertumbuhan yang sangat cepat, kemudian melambat. Karena sebentar lagi masuk pada masa tua.

Dewasa psikologis
Hal ini mengisyaratkan bahwa orang yang telah dewasa secara psikologis, ditandai dengan perubahan perilaku, dalam artian perilaku kekanak-kanakan menjadi semakin berkurang, dan mulai muncul perilaku orang dewasa. Dalam berpikir, dalam mengambil sebuah keputusan, tentunya dengan memperhatikan berbagai pertimbangan, dan tentunya ia akan siap menerima semua resiko yang ditimbulkannya, selain itu munculnya sikap penyayang kepada diri, orang lain, tumbuhan hewan, dan juga lebih menguat kecintaanya kepada Tuhan.

Dewasa secara ekonomi
Maksudnya adalah seseorang yang secara ekonomi ia tidak lagi bergantung kepada orang lain, melainkan ia telah mampu memenuhi kebuthan dirinya, mungkin dengan berdagang, berwirausaha, atau mungkin juga sudah belajar bisnis gede-gedean.
Hal lain yang menjadi ciri-ciri orang dikatakan telah dewasa adalah kemampuan dirinya untuk mengenali siapa dirinya, darimana asalnya, apa tujuan hidupnya, dan hendak kemana ia selanjutnya, lalau bagaimana dengan kelak?. Kemampuan ini akan berdampak pada kehati-hatian dirinya dalam bertindak, dan tentunya ia akan bisa membedakan antar yang baik dan juga yang tidak baik. Selain itu juga, ia akan mengenali orang lain, ia akan mampu menafsirkan apa yang ia tangkap dari orang lain.

Indikator Ketidakdewasaan
Setelah diatas kita berbicara banyak tentang kedewasaan, tentu kita kadang merasa telah dewasa tapi sering kali kita berlaku seperti anak-anak, kemudian kita ragu dengan kedewasaan kita. Beriktu ini adalah indikator ketidakdewasaan seseorang.
  1. Emosional, artinya dalam bebebrapa hal, terkadang sering kita mengedepankan egoisme diri. Hal ini tentu setap orang tidak menyukainya, maka bagi orang yang merasa dirinya telah dewasa, lebih baik segera hilangkan sikap emosional, sedikit ada masalah langsung marah contohnya.
  2. Cara berpikir yang tidak matang, ketika akan melakukan sesuatu maka ia akan mempertimbangkan secara matang, akibatnya ia tidak akan gegabah, dan tentu resiko yang ditimbulkannya juga masih bisa ia hadapi.
  3. Tidak konsisten (tidak setia), ini menjelaskan kepada kita tentang sifat tidak teguh pendirian (plin-plan), misalnya hari ini berkata A dan besoknya B, sehingga membuat orang tidak suka atau nantinya akn dijauhi orang lain. Maka untuk orang yang merasa sudah dewasa, banyak-banyaklah belajar untuk berteguh pendirian, hal ini tentu dimulai dari cara berpikir yang matang.
  4. Tidak tepat janji. Orang yang belum dewasa ketika ia membua janji maka masih besar kemungkinan untuk tidak ditepati, maka bagi orang-orang yang dewasa, ketika ia telah berjanji, tepatilah janjinya, karena sifat ini snagat buruk, dalam islam disebut dengan sitilah orang munafik, yang dosanya sangat besar.
  5. Tidak bertanggungjawab. Indikator selanjutnya untuk orang-orang yang belum dewasa adalah tidak bertanggung jawab dengan semua yang meminta dirinya untuk tanggung jawab. Hal ini berkaitan dengan indikator-indikator sebelumnya.
  6. Suka bersembunyi.Orang yang belum dewasa ketika ada masalah maka ia akan lari, dan tidak akan bernai mengahadapi masalah untuk diselesaikannya, sebaliknya orang yang dewasa, apapun masalahnya maka ia akan tetap menghadapinya, karena dalam pikirannya ketika ia lari masalah akan bertambah menumpuk.
  7. Hanya berespon terhadap pemaksaan. Orang yang belum dewasa, tidak akan inisiatif, melainkan baru mau melakukan sesuatu ketika sudah dipaksa oleh orang lain.
Demikian sedikti uraian tentang kedewasaan, mudah-mudahan, kita bisa mengambil manfaatnya. Mohon maaf apabila ada kekurangannya, dan apabila ada kritik dan saran, boleh tuliskan di kotak komentar dibawah,




ANDAI KAU TAHU DAN KAMU WAJIB TAHU

ANDAI KAU TAHU BETAPA SAKITNYA MATAKU KETIKA MELIHAT RUSAKNYA AKHLAK REMAJA SAAT INI

ANDAI KAU TAHU BAHWA MATA INI PERIH KETIKA MELIHAT BERSENTUHANNYA KULIT LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN YANG BUKAN MUKHRIM

ANDAI KAU TAHU BAHWA RAMBUT YANG SELALU KAU URAI ITU KULIHAT BAGAIKAN GUNDUKAN API NERAKA YANG SANGAT MEMBAKAR

ANDAI SAJA KAU TAHU BAHWA MUKA INDAH YANG KAU JADIKAN PAJANGAN BUSUK ITU ADALAH TATAPaN SYETAN YANG MENJERUMUSKAN AKU KENERAKA

ANDAI SAJA KAU TAHU BAHWA KETATNYA BUSANAMU YANG MEMBUAT AKU BERSIAP-SIAP UNTUK MEMINUM AIR NERAKA YANG SANGAT PENAS ITU

ANDAI SAJA KAU TAHU BAHWA BIBIR SEKSIMU ITU YANG SEOLAH BIBIR IBLIS YANG MERAYU AKU MENGINJAKAN KAKI DIATAS BARA API NERAKA JAHANAM ITU

ANDAI KAU TAHU BAHWA TATAPAN MATUMU YANG MENUSUK MATAKU DENGAN BESI PANAS NERAKA

ANDAI SAJA KAU TAHU BAHWA SUARA SEMBRONOMU AKAN MEMBUAT TELINGAKU RUSAK OLEH GENDERaNG NERAKA

ANDAI SAJA KAU TAHU BAHWA AKU TAK INGIN LAGI MELIHAT MATA BUTAMU YANG MEMBUTAKAN MATAMU

PERLU KAMU TAHU BAHWA SEMUA TIPU DAYA YANG KAMU LAKUKAN ITU ADALAH KEBOHONGAN NYATA YANG SAMA SEKALI TIDAK BERGUNA BAGIKU


CURHATKU

kader komsat IAIN Surabaya





Biar pribadi Anak kampus Nggak Mampus


ANDAI KAU TAHU DAN KAMU WAJIB TAHU

ANDAI KAU TAHU BETAPA SAKITNYA MATAKU KETIKA MELIHAT RUSAKNYA AKHLAK REMAJA SAAT INI

ANDAI KAU TAHU BETAPA JIJINYA KAU MELIHAT AURAT BUSUKMU YANG SELALU KAU PAMERKAN ITU

ANDAI KAU TAHU BAHWA MATA INI PERIH KETIKA MELIHAT BERSENTUHANNYA KULIT LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN YANG BUKAN MUKHRIM

ANDAI KAU TAHU BAHWA RAMBUT YANG SELALU KAU URAI ITU KULIHAT BAGAIKAN GUNDUKAN API NERAKA YANG SANGAT MEMBAKAR

ANDAI SAJA KAU TAHU BAHWA MUKA INDAH YANG KAU JADIKAN PAJANGAN BUSUK ITU ADALAH TATAPN SYETAN YANG MENJERUMUSKAN AKU KENERAKA

ANDAI SAJA KAU TAHU BAHWA KETATNYA BUSANAMU YANG MEMBUAT AKU BERSIAP-SIAP UNTUK MEMINUM AIR NERAKA YANG SANGAT PENAS ITU

ANDAI SAJA KAU TAHU BAHWA BIBIR SEKSIMU ITU YANG SEOLAH BIBIR IBLIS YANG MERAYU AKU MENGINJAKAN KAKI DIATAS BARA API NERAKA JAHANAM ITU

ANDAI KAU TAHU BAHWA TATAPAN MATUMU YANG MENUSUK MATAKU DENGAN BESI PANAS NERAKA

ANDAI SAJA KAU TAHU BAHWA SUARA SEMBRONOMU AKAN MEMBUAT TELINGAKU RUSAK OLEH GENDERNG NERAKA

ANDAI SAJA KAU TAHU BAHWA AKU TAK INGIN LAGI MELIHAT MATA BUTAMU YANG MEMBUTAKAN MATAMU

PERLU KAMU TAHU BAHWA SEMUA TIPU DAYA YANG KAMU LAKUKAN ITU ADALAH KEBOHONGAN NYATA YANG SAMA SEKALI TIDAK BERGUNA BAGIKU

CURHATKU


Subhanalloh walhamdulilah walailahaillah wallohu akbar.

Segala fuji hanya milik Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Salawat dan salam semoga selamanya tercurahlimpahkan kepada pemimpin umat Islam diseluruh dunia, yang kedudukannya tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun sampai kapanpun yakni yang tercinta Nabi Muhammad saw. Kepada keluarganya, sahabatnya dan juga seluruh umatnya semoga tetap setia dan taat dijalan perjuangannya, amin.

Alhamdulilah akhirnya saya bisa menyelesaikan penulisan INI

gambaran kehidupan anak kampus yang sekarang ril terjadi, bahkan orientasinya bukan hanya kepada para anak kampus saja melainkan juga kepada semua pihak, dan semua elemen masyarakat diberbagai kalangan. Beliau mengkritisi semua aktivitas yang menunjukan sikap menjauhnya insan manusia kepada Tuhannya, beliau juga menggambarkan bagaimana perilaku orang tua terhadap anaknya terkait masalah banyak melencengnya corak sikap dan tingkah laku anak ataupun remaja yang sudah sangat dekat bahkan telah banyak melakukan tindakan yang tak wajar dalam kontek agama dan darigama, misalnya orang tua hanya tinggal diam menyaksikan anak yang malas belajar ilmu agama/ngaji dan malah lebih senang main game atau kalau remaja lebih suka nongkrong-nongkrong dengan temannya, masih mending kalau misalnya kalalu hanya nongkrong-nongkrong saja yang lebih parah lagi mereka bisa saja terlibat dalam aktivitas penyalahgunaan narkotika dan penyalahgunaan seks (sexs abuse). Atau misalnya kebiasaan orang dewasa juga yang terlalu konsumerisme, dan lebih mengarah kepada pola kehidupan materilialistis dan hedonis. Bahkan berdampak pada berkurangnya minat ibu-ibu dan bapak-bapak untuk mengikuti pengajian-pengajian. Begitupun dengan pola hidup anak kampus, mereka sudah tidak lagi melek dengan kegiatan keagamaan sekalipun tidak semuanya, namun yang lebih mengherankan bahwa mereka jadi terlihat tabu ketika melihat, mendengar atau menyaksikan hal-hal yang berbau agama. Bahkan sangat sulit sekali untuk mengingatkannya dengan dalih merasa diri telah dewasa dan telah mampu mengambil keputusan sendiri dan mampu mempertanggungjawabkannya.

Lantas apa yang menjadi masalahnya, bahwa peran pendidikan itu menjadi hal yang dirasa sangat penting, baik itu pendidikan informal (dalam keuarganya), pendidikan nonformal (dalam lingkungan masyarakatnya) dan juga dalam pendidikan formalnya (disekolah dll), yang sangat mengherankan saat ini lembaga pendidikannya pun malah lebih mengarah kepada aktivitas sekulerisme, sekolah sudah dirasa tidak melek lagi dalam menyikapi hal tersebut, ketika siswanya melanggar aturan dan norma-norma kehidupan, malah sekolah tidak tahu apa-apa, atau tidak sedikit guru yang terlibat dalam kasus-kasus tertentu. Hal ini jelas sangat ironis.

Sebenarnya kita semua tidak sadar bahwa “kita ini telah tergerus baik secara langsung ataupun tidak, oleh pola kehidupan barat, kita telah melupakan adat istiadat ketimuran kita yang tidak kalah menyedihkn adalah kita telah lupa dengan kewajiban kita sebagai manusia yang kewajibannya adalah beribadah kepada Allah seperti yang Allah paparkan dalam Al-qur’an Surat Adz-dzariyat ayat 56.

Adapun yang paling membekas dalam benak saya ' anak kampus dalam rangka menjaga jati dirinya sebagai anak kampus adalah:

1. Tidak melupakan peran, fungsi dan tugas sebagai cendikia muda penerus bangsa,

2. Tahu diri siapa diri kita, dri mana asal dan akan kemana nantinya?

3. Selanjutnya beliau juga mengamanatkan untuk menjaga diri dari pola kehidupan yang mudah terprovokasi oleh hal-hal baru yang belum tentu benar dan bermanfaat.

4. Maka solusi konkretnya adalah beliau menyampaikan formula “



a. Hade Ide

Maksdunya adalah mahasiswa harus mampu menjadi jembatan pemikiran orang-orang yang sedikit awan atau tertinggal dalam hal cara berfikirnya. Seharusnya setiap mahasiswa memiliki peran tinggi dalam kehidupan masyarakatnya, jangan sampai ketika diminta pemikirannya mahasiswa diam seribu bahasa alias tidak kontributif sediktipun padahal seharusnya mahasiswa pemikrannya selalu menukik pada permasalahan dan selalu bersikap kritis terhadap berbagai persoalan dalam kehidupan masyarakatnya. Terutama permasalahan bangsa yang sangat komplek seperti sekarang ini kita hadapi dan rasakan bersama.

b. Hade Lambe

Hal inipun mejadi hal yang sangat perlu dimiliki oleh seorang yang bergelar mahasiswa, secara sudah maha bukan siswa lagi, maka cara bicaranya pun harus selalu dijaga, jangan sampai berbicara hal-hal yang tidak bermanfaat. Apalagi yang tidak baik. Nah semantara yang kita ketahui tidak sedikit para mahasiswa yang kerjaannya hanya mmapu mengkirtik tanpa memberikan solusi konkrit, barangkali hal ini yang perlu dibenahi. Mahasiswa seharusnya menjadi pelopor pergerakan menuju kebesaran bangsa, mahasiswa dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya seharusnya berperan utama dalam kancah kehidupann ini. Suarakan aspirasi rakyat kepada negara, suarakan semua keinginan rakyat dengan berbagai media dan sarana yang ada dengan cara yang baik dan berguna.

c. Hade Hate

Hal inipun menjadi hal penting yang harus melekat dalam pribadi anak kampus, karena hati merupakan pangkal segala badan, hati baik maka baik pula seluruhnya dan sebaliknya bila hati kita busuk maka buruklah segalanya, begitulah sabda nabi dalam hadistnya. Kebanyakan dikalangan mahasiswa itu ketika ada satu kesalahan dikalangan pemerintahan dsb. Mereka langsung menjaz itu salah ini salah tanpa mendalami semua permasalahannya secara mendalam dengan hati yang tetap bersih. Seharusnya konsep kalbun salim atau hati yang sehat itu senantiasa terjaga dalam setiap jejak langkah perjuanganya, baik hati kepada teman, keluarga, masyarakat, guru, dosen, ustadz, bangsa dan Negara, terutama juga hrus selalu baik hati kepada dirinya sendiri. Karena dengan hati yang baik, buahnya akan baik-baik.

Herannya ketka ada perbedaan-perbedaan persepsi dikalangan mahasiswa saja, sudah jadi bahan debat yang akut, sehingga kekeluargaan, keharmonisanyapun tidak teraktualisasikan, sungguh sangat ironis, yang terjadi bukannya bekerja sama, melainkan saling menjatuhkan, saling merendahkan, sehingga mereka jadi pada sibuk dengan saling berburuk sangka, saling mengecap golongan lain salah, dsb.

d. Hade Gawe

Dan yang tidak kalah penting karakteristik seorang anak kampus itu adalah harus selalu menampilkan performance yang terbaik. Atau memiliki unjuk kerja yang baik. Dalam segala aspek, baik itu ketika mengerjakan tugas dari dosen, tugas kedinasan, jangan sampai dilaksanakan hanya dengan asal-asalan, dan hal itu tidak menunjukan pencitraan yang baik sungguh sangat mengkhawatirkan.

Barang kali itulah formula jitu yang ditawarkan beliau kepada para anak kampus agar pribadinya tetap harum sebagai pencari ilmu dan generasi muda harapan bangsa yang bagaimanapun akan menjadi penerus perjuangan para pejuang bangsa ini. Guna mempersiapkan diri untuk mejadikan Indonesia negara yang maju dan berkembang dengan kemandirian, persaingan dan peradaban dalam setiap sendi-sendi kehidupannya.

Demikian saja, mohon maaf, dan terima kasih, wallaohu’alam bissowab.

Wassalamualaikum wr. wb.

Album KAMMI SUPEL